Thomas Alfa Edison, Penemu Bola Lampu

Written By Kukuh Ibnu on Sunday, October 12, 2014 | 12:57 PM

Kegagalan adalah awal dari keberhasilan, begitu orang bijak berkata. Memang kalimat itu tidak salah. Buktinya banyak orang-orang sukses yang mana kesuksesannya diawali kegagalan terlebih dahulu. Salah satu kisah kegagalan yang termasyhur adalah kisah yang dialami oleh penemu lampu listrik, Thomas Alfa Edison. Beliau adalah penemu banyak benda, salah satunya yang paling terkenal adalah lampu listrik. Lalu bagaimana kisah penemu yang satu ini?

Awalnya, ketika ia masih kanak-kanak, ia dikatakan idiot oleh guru-guru di sekolahnya. Ia dikeluarkan dari sekolah karena terlalu banyak bertanya dan menurut para guru pertanyaannya tidaklah masuk akal. Ia pernah bertanya "Kenapa ayam berbulu dan manusia tidak berbulu?", "Kenapa bulu manusia berbeda dengan bulu ayam?", "Bagaimana bulu ayam bisa menempel di tubuhnya?". Gurunya pun bingung untuk memberikan jawaban yang tepat agar ia tak bertanya lagi. Akhirnya guru-guru pun sepakat mengeluarkannya dari sekolah. Mereka tidak menyadari kalau rasa ingin tahu Thomas Alfa Edison itu merupakan cerminan dari kejeniusannya, sehingga pertanyaan yang ia lontarkan melampaui batas usia dan zamannya saat itu.

Setelah dikeluarkan dari sekolah, Thomas kecil dikurung oleh orangtuanya di gudang sebab mereka harus pergi bekerja. Namun, Thomas kecil tidak bersedih, ia malah senang karena menemukan banyak benda yang bisa dijadikan mainan, dibongkar dan dirakit kembali olehnya. Suatu hari, ia pernah bertemu dengan anak perempuan tetangganya, Mary. Anak itu bertanya, "Kamu sedang apa?" dan Thomas kecil menjawab, "Saya sedang mengerami telur ayam". Mary heran dengan apa yang Thomas kecil lakukan. "Apakah menurutmu telur ayam yang kau erami itu akan menetas?", jawaban Thomas saat itu adalah, "Kalau saya belum mencobanya, bagaimana saya bisa tahu ia akan menetas atau tidak?

 

Menginjak remaja akhirnya Thomas Alfa Edison kembali bersekolah. Selesai menamatkan sekolahnya, ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia pernah bekerja sebagai tukang koran dan beberapa pekerjaan kasar yang menguras tenaga. Ia baru mapan setelah berhasil menemukan mesin perekam suara. Ia pun menikah dengan Mary dan tinggal di rumah yang sekaligus merangkap sebagai laboratorium penelitiannya. Namun, Mary lebih dulu meninggal sebelum Thomas berhasil menemukan lampu listrik. Beberapa tahun kemudian rumahnya terbakar habis. Ia kemudian dilanda krisis keuangan yang memaksanya untuk meminjam uang demi membangun kembali rumah dan laboratoriumnya. Ia mengatakan akan menemukan lampu listrik yang saat itu dianggap mustahil, untuk meyakinkan orang yang ia pinjami uang.

Setelah mendapat pinjaman, Thomas memulai percobaan-percobaannya untuk menemukan lampu listrik. Percobaannya selalu gagal sampai puluhan kali bahkan ratusan kali. Namun ia tidak menganggap dirinya gagal. Ia mengatakan bahwa ia telah berhasil menemukan ratusan benda yang tidak dapat menyalakan lampu listrik. Konon, ia telah melakukan seribu kali percobaan. Ia sampai-sampai stress, bingung dan panik, namun tak pernah menyerah. Dan percobaannya yang keseribu itulah yang berhasil. Lampu listrik yang ia temukan kini mampu menerangi dunia. Seandainya tidak ada penemuannya itu, pastilah dunia tidak bisa seterang sekarang.

Pesan dari Thomas Alfa Edison adalah "Betapa banyak orang yang menyerah padahal hanya perlu beberapa langkah lagi untuk sampai pada keberhasilan." Dan satu kalimat bijak dari beliau, "Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal."

Fakta Lain :

Seperti yang dilansir oleh grup facebook Misteri, Fakta dan Fenomena, penemu bola lampu yang pertama bukanlah Thomas Alfa Edison, yakni Joseph Wilson Swan.
Thomas Alva Edison selalu dianggap sebagai penemu bola lampu pijar pertama. Faktanya, Edison bukanlah seorang pionir pertama, tetapi mengembangkan sebuah eksperimen yang memperjelas tabung lampu hampa udara yang pernah didesain oleh seorang fisikawan asal Inggris, Joseph Wilson Swan.


Pada tahun 1860, Joseph Wilson Swan menggunakan kertas karbon sebagai filamen dalam percobaan bola lampunya; bagaimanapun, level hampa udara (vacuum level) yang rendah dan keterbatasan sumber tenaga menjauhkan Swan dari kesuksesan untuk percobaannya.Tetapi 15 tahun kemudian, Swan kembali melakukan percobaan yang sama dengan menggunakan vacuum dan bahan karbon yang lebih baik, dia berencana untuk mendemontrasikan bagaimana cara kerja atau pengoperasian sebuah lampu pijar.

Selanjutnya, pada tahun 1880, Swan menggelar pasar malam perdagangan internasional pertama lampu-lampu listrik di Newcastle, Inggris, tetapi lampu yang ditemukan oleh Swan masih belum sempurna.

Swan tidak tertarik lagi mengembangkan atau menyempurnakan penemuan bola lampunya segera setelah itu dan beralih dengan masalah-masalah lain.

Saat itulah Thomas Alva Edison yang telah melakukan ribuan percobaan muncul. Edison memilih meterial-material yang lebih cocok untuk filamen dan mengembangkan kontruksi bola lampu pijar.

Tidak seperti Swan, Edison lebih memiliki tujuan tertentu dan terus menerus fokus pada pencapaian prestasi sebagai goalnya, dan mencari keuntungan komersial dari implementasi bola lampu temuannya.

Lampu-lampu pertama Edison muncul di pasaran adalah yang disebut "Edison-Swan Lamps" (kadang-kadang juga disingkat "EdiSwan"). Kemudian, tidak tahu kenapa, nama Swan secara berangsur-angsur terlupakan dan sekarang Edison yang terkenal sebagai penemu bola lampu pijar.

Ada banyak penemuan Edison selama tahun 1883, di antaranya yang populer adalah "Efek Edison" (Edson's Effect) dan itu menjadi dasar dari seluruh teknik radio modern.

Edison mengungkapkan bahwa jika sebuah plat metal diletakkan dekat filamen dan dihubungkan ke terminal postif baterai, arus listrik akan mengalir antara filamen dan plat itu.

Pada saat itu, alasannya sulit untuk dipahami, seperti tidak adanya arus listrik yang mengalir pada satu kondisi.

Faktanya, arus listrik berhenti mengalir ketika polaritas baterai diubah yang meninggalkan ketidakjelasan akan penemuan Edison tersebut. Meskipun naluri Edison untuk memperoleh profit tak terpatahkan dan memiliki intuisi yang tajam, Edison gagal menerapkan efek yang telah dia temukan.Efek seperti yang diungkapkan oleh edison diterapkan dalam bidang keteknikan terutama listrik setelah lebih dari 20 tahun kemudian.

Pada tahun 1904, masih berdasar pada efek edison, Fisikawan Inggris bernama John Ambrose Fleming mendesain dan mematenkan lampu radio pertama di dunia yang disebut "Radio Valve" atau "Termionic Diode" yang didesain untuk konversi arus bolak-balik ke arus serarah dan untuk deteksi sinyal radio.Banyak penemu-penemu mencoba untuk mendesain dioda Fleming dengan lebih sempurna untuk pendeteksian kualitas yang lebih tinggi pada sinyal-sinyal radio dan komunikasi tanpa kabel, yang kemudian berusaha menerapkannya untuk perbaikan arus bolak-balik daya tinggi.

Ini bisa dilihat pada gambar terakhir bahwa diode ini berbeda dengan lampu pijar, yang menggunakan filamen spiral dengan adanya penambahan sebuah flat ("anoda").

Akan tetapi penemuan Fleming ini kemudian menjadi dasar kontruksi dari sebuah Lampu Pijar.

Sumber : goresan-kecil-chara[.]blogspot[.]com ; Grup FB Misteri, Fakta dan Fenomena

Ditulis Oleh : Kukuh Ibnu ~Hiztoria.com

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Thomas Alfa Edison, Penemu Bola Lampu yang ditulis oleh Hiztoria.com yang berisi tentang : Kumpulan sejarah penemuan - penemuan unik yang mampu mengubah dunia . Anda diperbolehkan mengcopy paste artikel ini, asalkan ditulis sumbernya (penemuan-unik.blogspot.com)

Blog, Updated at: 12:57 PM

1 comments:

Popular Posts